Aamiin yang Sama

Hari ini tanggal 25 Desember, hari yang diperingati oleh sebagian saudara kita sebagai hari Natal. Dan, kali ini istimewa, karena hari Natal dan Maulid Nabi Muhamad sangat berdekatan. Bukan hanya mereka umat Kristiani yang menerima ucapan selamat, kami, umat Islam pun menerima ucapan selamat. Dan hari ini, saya sangat tersentuh oleh banyak doa yang saya terima karena mereka mendoakan ibu, selain doa Maulid tentunya.

Sejak Minggu malam ibu masuk rumah sakit dan sempat tak sadarkan diri karena stroke ischemic. Stroke ini (SNH) terjadi karena minimnya aliran darah ke otak yang disebabkan adanya penyumbatan. Ibu masuk HCU dan baru kemarin malam dipindahkan ke ruang rawat.

Gejala yang ditunjukkan sama seperti penderita srtoke pada umumnya. Hilangnya kemampuan menggerakkan anggota tubuh, kesulitan memahami ungkapan verbal, dan berkurangnya penglihatan. Kondisi yang memicu pun tak beda. Sudah lama ibu punya riwayat hipertensi, lalu beberapa tahun belakangan terdeteksi diabetes dan AF. Penderita ketiga penyakit ini sangat berpotensi terkena stroke. Begitu kata dokter.

Sejak dirawat malam itu, Alhamdulillah kemarin ibu menunjukkan kemajuan. Ibu mulai merespon suara dan genggaman tangan. Terus membaik, hingga hari ini bisa menirukan beberapa kata yang didengarnya. Ibu juga mulai mengingat beberapa keping memori, meskipun ada penundaan beberapa waktu. Nama seorang kerabat yang datang menjenguk mampu diucapkannya setelah kerabat ini dalam perjalanan pulang ke Sumedang.

Betapa bahagianya saya dengan kemajuan-kemajuan kecil itu, walaupun ketika ditanya siapa saya, ibu menjawab tidak ingat. Teman saya mengatakan, “Semoga semua bergerak dalam aras yang baik.” Tentu, semua atas ijin Sang Mahabaik.

Saya tidak berminat ikut berdebat tentang boleh tidaknya mengucapkan selamat kepada mereka yang berbeda keyakinan. Saya bersyukur, untuk ibu saya yang sedang sakit saat ini saya menerima doa dari para sahabat, baik yang seagama maupun tidak.

Saya ingat pernah mendapat kiriman ucapan dari sahabat lama saya, “Kita berdoa dengan cara yang berbeda, tapi akan bertemu pada aamiin yang sama.” Love it!

2 Responses to Aamiin yang Sama

  1. Wongkamfung says:

    Aamiin. Semoga Emak terus membaik.

    Salam persahablogan,
    @adiwkf

  2. Nining. says:

    We SAC love you Utami, smoga Ibu semakin membaik hanya cinta dan doa yang bisa kita berikan. Yang Maha Suci akan memberkahi doa kita semua. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>