Bukan Harga Mati

bunga rotiTahun baru saja berganti. Kali ini saya menikmati pergantian tahun di Depok, berdua bersama sahabat saya Irma Haryadi, menikmati menu sambal serai dan dadar kemangi. Kami berbincang tentang banyak hal, dari buku sampai cara membuat bunga dari roti tawar basi.

Banyak orang mencanangkan resolusi dan menganggap pergantian tahun sebagai momen tepat untuk melakukan suatu perubahan atau perbaikan. Rencana yang dibuat di awal tahun ini ada benar-benar baru, ada juga yang melanjutkan rencana tahun lalu. Yang kedua inilah yang sebaiknya kita cermati.

Saya ingat betul peristiwa kecil beberapa waktu lalu ketika saya dan sahabat saya menonton film. Tak sampai sepuluh menit kemudian kami sudah keluar dari gedung bioskop. Awalnya dia enggan keluar mengingat uang yang sudah kami keluarkan. Pemikiran seperti ini oleh Rolf Dobelli disebut dengan sunk cost fallacy. Keluar atau tidak, jumlah uang itu memang harus kami keluarkan, bukan? Pertimbangannya mesti lebih fokus ke film, bagus atau tidak.

Sunk cost fallacy ini juga sebaiknya dipertimbangkan dalam penyusunan rencana awal tahun. Kalau dalam penyusunan rencana ini kita masih mendengar, “Tapi kita sudah menghabiskan waktu, uang, tenaga untuk rencana yang belum tercapai itu”, lalu memutuskan melanjutkan pekerjaan yang terbukti tidak efektif, bisa jadi kita menjadi korban pola pikir ini.

Pasti ada alasan yang masuk akal dalam menyelesaikan sesuatu, namun jangan sampai kita melakukannya karena alasan yang salah. Sebanyak apapun yang sudah kita lakukan atau keluarkan, pertimbangan sebaiknya lebih diarahkan ke masa depan. Anak-anak muda bilang, “Move on, dong!” Terjebak masa lalu tak akan membuat kita maju.

Satu lagi, supaya rencana yang kita susun efektif, tak ada salahnya melihat lebih ke dalam. Artinya, lihat lebih seksama seberapa jauh kemampuan diri sendiri. Kenali potensi dan jadikan amunisi.

Bulan lalu saya mendapat kiriman buku dari sahabat saya Anke Zuhud, seorang  guru di Sekolah Bogor Raya,  dan di dalamnya ada quote yang sangat saya sukai.

Self-knowledge is the beginning of self-improvement. “ (Baltazar Gracian)

Selamat tahun baru.

2 Responses to Bukan Harga Mati

  1. wongkamfung says:

    Suka tulisan ini. Bernas, meski bahasan enteng. ;)

    Salam persahablogan,
    @adiwkf

  2. risty says:

    Mentality dental namanya, Mudah2an discernable. Mksh sudah sharing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

error: Content is protected