Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Ikut Libur di Hari Chuseok

hanbokChuseok adalah pesta panen, yang dirayakan setiap tanggal kelimabelas bulan kedelapan, selama tiga hari. Tahun ini, hari raya Chuseok jatuh pada tanggal 23-25 September. Libur nasional diberlakukan sampai tanggal 26 September, yaitu hari Rabu.

Perayaan ini mirip dengan Thanksgiving yang kita kenal, berupa pesta makan untuk mengucapkan terima kasih atas keberhasilan panen, sehingga juga disebut juga sebagai Hari Panen, Festival Bulan Musim Panen, atau Hangawi. Konon, han artinya raya, gawi artinya tengah. Jadi, hangawi artinya hari besar di tengah-tengah musim gugur.

Hari sebelum dan sesudah Chuseok juga merupakan hari libur resmi di Korea Selatan. Di Asia Timur, perayaan ini bertepatan waktunya dengan perayaan serupa yakni Festival Musim Gugur di Tiongkok dan Vietnam, begitu juga Tsukimi di Jepang. Festival ini secara historis berasal dari Festival Musim Gugur orang Tionghoa, yang terlihat jelas dalam praktik, makanan, dan cerita rakyat yang mirip di antara keduanya.

IMG_20180922_180016_909Di zaman sekarang, perayaan Chuseok merupakan kesempatan orang Korea untuk pulang ke kampung halaman untuk mengunjungi altar leluhur. Di pagi hari, orang Korea melakukan penghormatan terhadap arwah leluhur dalam bentuk ziarah ke makam untuk merapikan tanaman dan tanah di sekitar makam. Arwah leluhur juga disuguhi makanan, buah-buahan dan minuman. Hasil panen tahun itu juga ikut dipersembahkan. Di antara makanan istimewa liburan Chuseok adalah kue songpyeon yang berasal dari tepung beras diisi kacang atau wijen, yang penampakannya seperti yang ada di tulisan ini. Kali ini, saya membelinya di pasar Gwangjang, Seoul.

Saya juga berkesempatan mengunjungi istana Gyeongbokgung, yang merupakan istana utama dan salah satu istana yang dibuka gratis untuk umum selama liburan hari raya ini. Ada banyak acara menarik di sekitar dan di dalam istana.
Acara bukan hanya di istana dan museum, tapi juga di bagian depan luar istana. Di Gwanghwamun square saya sempat mengunjungi stand yang memberikan pelayanan gratis penulisan peribahasa dalam bahasa Korea. Contohnya yang saya pilih ini: “Live Your Life like Flowing Water.”
IMG_20180930_103320_721

Di hari raya Chuseok ini saya melihat mereka yang jalan-jalan memakai baju hanbok makin banyak, baik orang lokal maupun orang asing. Tua dan muda, laki-laki dan perempuan. Ada yang berpasangan, ada keluarga lengkap, dan ada yang kemungkinan para sahabat. Baju mereka indah sekali.

Bulan-bulan ini adalah masanya buah kesemek berbuah. Pohon buah ini banyak dijumpai, baik yang dibudidayakan maupun yang di pinggir jalan, termasuk di dalam lingkungan istana. Yang menarik adalah dengan puluhan ribu pengunjung, pohon-pohon yang berbuah lebat tetap aman sentosa meskipun terletak di sisi jalur pejalan kaki. Padahal, buahnya yang mulai ranum sangat menggoda.

IMG_20180929_114218_091Walaupun hanya ikut menikmati acara Chuseok di hari terakhir liburan kali ini karena nyeri punggung yang amat menyiksa beberapa hari sebelumnya, saya senang. Walaupun kaki lumayan pegal karena berjalan di bagian dalam istana yang luasnya minta ampun, lalu disambung jalan di bagian luar menuju ke stasiun, saya senang. Senang karena melihat perayaan, senang karena libur, dan yang paling utama adalah senang karena sakit punggung mereda. Bisa beraktivitas lagi deh!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>