Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kuliah bersama Pak Jokowi

Ini bukan kampanye. Saya hanya mengisahkan apa yang saya alami saja. Betapa saya senang sekali ikut terlibat dalam persiapan kuliah umum Presiden Joko Widodo di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Seoul, universitas tempat saya mengajar untuk beberapa waktu mendatang. Saya adalah warga Indonesia dan sekaligus bagian dari HUFS. Buat saya, ini pengalaman tersendiri.

Ketika saya datang dua minggu lalu, rekan saya di HUFS memberitahu bahwa Pak Jokowi akan memberikan kuliah umum di kampus ini. Lalu, mulailah kami mempersiapkan segala sesuatunya. Mulai membicarakan susunan acara (mereka menyebutnya skenario), mengonsep pidato pembuka dari pihak HUFS, memilih pertanyaan dari mahasiswa, menyusun keterangan singkat sekilas mengenai Pak Jokowi, membicarakan cendera mata dan bagaimana baiknya cara berfoto bersama mengingat waktu yang sangat terbatas, sampai latihan menyanyi Halo-halo Bandung bersama mahasiswa baru. Untuk yang terakhir ini, untunglah ada Choi Taesoo dan Cho Hyunwha, mahasiswa senior yang sangat membantu.

Dalam Sekilas tentang Pak Jokowi, saya menggarisbawahi pernyataan Pak Jokowi menjawab kritik yang diterimanya terkait dengan pembangunan infrastruktur yang dilakukannya selama ini. Beliau mengatakan, “Membangun infrastruktur adalah membangun peradaban.” Benar sekali. Orang-orang visioner pasti sependapat. Infrastruktur yang memadai memungkinkan segala bidang tersentuh dengan lebih maksimal.

Pak Jokowi adalah orang yang sangat membumi. Oleh karenanya beliau lebih senang terjun langsung ke lapangan bertemu rakyatnya. Dan, peserta kuliah dan publik pun bisa melihatnya seusai acara. Betapa mereka bisa sangat dekat, namun tetap hormat.

Dari seluruh rangkaian acara, yang paling seru dalah ketika beliau memakai jaket cenderamata dari HUFS. Meski pihak protokol sempat meminta acara penyerahan cendera mata ini ditiadakan karena satu dan lain hal, berkat Prof. Koh, moderator sekaligus pemandu acara ini, semua berjalan lancar. Dan, benar saja, jaket ini menyita perhatian publik. Bukan hanya yang di Aekyung Hall yang berkapasitas hampir 300 orang, tapi juga di Indonesia dan dunia.

Pak Jokowi sungguh punya tempat di hati mahasiswa di HUFS. Seusai acara, beberapa mahasiswa mendatangai saya dan dengan histeris mengatakan mereka senang sekali bisa bersalaman dengan beliau. Salah satu mahasiswa dari kampus Yongin yang punya puluhan ribu subscriber juga membuat vlog mengenai kuliah umum ini dan diunggah malam harinya. Sebagai mahasiswa yang mendalami bahasa Indonesia, tentu apa yang mereka rasakan itu sangat bisa dimengerti.

Sebagai penutup acara, mahasiswa baru jurusan bahasa Indonesia dari kampus Seoul dan kampus Global di Yongin menyanyikan lagu Halo-halo Bandung sambil mengiringi Pak Jokowi dan rombongan meninggalkan ruangan. Merinding! Inilah kali kedua saya merasakan hal serupa mendengar lagu itu berkumandang, setelah yang pertama kali pada kunjungan saya ke kampus ini tahun 2014 lalu.

Benar kata rekan saya. Ini adalah kuliah umum yang khusus.

Bravo!

One Response to Kuliah bersama Pak Jokowi

  1. sidharta ko medioun says:

    Hanya ketulusan dan hati yg bening yg bisa merasakan ketulusan dari seorang manusia biasa yg luar biasa yg bernama Jokowi…
    Bahagianya pernah dipimpin seorang Presiden spt Beliau. 2 periode tidaklah cukup…rasanya.

Leave a Reply to sidharta ko medioun Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>