Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Memilih Sekolah

Memilih SekolahPanduan Memilih Sekolah untuk Anak Zaman Now adalah buku ketiga karya Bukik Setiawan yang saya baca, setelah dua buku sebelumnya yaitu Anak Bukan Kertas Kosong dan Bakat Bukan Takdir. Dalam buku ketiga ini, Bukik Setiawan berkolaborasi bersama Andrie Firdaus dan Imelda Hutapea. Ada benang merah dari ketiganya, bahwa tanggung jawab pendidikan anak terbesar berada pada orangtua.

Buku ini memang menyasar para orangtua dengan anak usia TK atau PAUD, tapi, menurut saya, bisa saja dimodifikasi untuk tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Sekolah adalah bentuk insitusi formal dari belajar. Oleh karena itu, penting sekali memilih sekolah yang membuat anak berkembang sesuai dengan potensinya, di tingkat mana pun. Keberhasilan seorang anak terkait dengan cara belajarnya bukan hanya terlihat di TK atau PAUD, bukan?

Zaman sudah berkembang. Di halaman 16-25 tertulis bahwa di abad ke-21 ini ada beberapa ketrampilan penting yang sebaiknya dimiliki anak, yaitu berpikir kritis, kreatif, komunikasi, dan kolaborasi. Dengan kemampuan berpikir kritis, mereka bukan saja bisa menghadapi tantangan abad ke-21, tapi juga bisa menawarkan solusi baru yang lebih baik bagi masyarakat luas. Kreativitas milik semua orang, bukan milik tokoh atau lembaga besar; dan sangat dimungkinkan di abad ini. Kemampuan berkomunikasi akan membantu mereka mengomunikasikan ide dan karyanya, percaya diri dan lancar presentasi di depan orang banyak, pandai melihat titik temu untuk membuka percakapan, mendengar dan menerima masukan dari orang lain, serta meyakinkan orang lain untuk menggunakan karya atau layanannya. Mereka yang mempunyai kemampuan kolaborasi cenderung memiliki capaian akademis yang lebih baik. Dalam dunia kerja, pekerja yang mempunyai kemampuan kolaborasi dinilai sebagai individu yang lebih efektif oleh atasan maupun rekan kerja.

Dalam memilih sekolah, ada beberapa hal yang layak dipertimbangkan; di antaranya elemen sekolah. Ada tiga elemen penting sekolah yang ditulis di buku ini: artefak, praktik, dan prinsip nilai. Artefak yaitu elemen sekolah yang kasat mata dan bisa diamati oleh pihak internal maupun eksternal sekolah. Misalnya sarana dan prasarana, buku, dan media belajar yang digunakan. Praktik yaitu perilaku anggota sekolah yang kasat mata dan kesehariannya bisa diamati oleh pihak internal sekolah dan pihak eksternal sekolah pada momen tertentu. Contohnya cara mereka berkomunikasi dan cara memperlakukan orang lain. Prinsip nilai merupakan elemen sekolah yang tidak bisa diamati secara langsung. Meski sulit, elemen ini bisa diketahui dengan mengamati dua elemen lain (62-67).

Ada beberapa faktor yang layak dipertimbangkan ketika memilih sekolah (92-93). Pertama, jarak sekolah dengan rumah. Kedua, sekolah yang menumbuhkan. Ketiga, kebutuhan anak. Keempat, kesesuaian harapan orang tua. Kelima, persyaratan dan biaya. Kelima faktor ini tentu bukan alasan kita menyerahkan pendidikan 100% kepada sekolah. Saya meyakini betul, sekolah hanya memainkan sebagian peran saja dalam pendidikan anak. Selebihnya tetap orangtualah yang bertanggungjawab. Mau sekolah sebagus apa pun, tetap tidak bisa dilepas begitu saja.

Secara fisik, buku ini menarik sejak halaman awal. Pada sampul buku terdapat gambar sebuah keluarga dengan dua anak. Semuanya tersenyum riang, seolah menyampaikan pesan bahwa sekolah adalah sesuatu yang menyenangkan. Orangtua dan anak sama-sama senang.

Hal menarik lain adalah dibaginya poin-poin bahasan menjadi beberapa bagian yang saling terkait satu sama lain: Memahami anak Zaman Now, Memahami Cara Belajar Anak Zaman Now, Memahami Sekolah buat Anak Zaman Now, Memilih Sekolah untuk Anak Zaman Now, Strategi Alternatif Memilih Sekolah dan Bonus Panduan Memilih PAUD. Pembagian ini menunjukkan bahwa dalam memilih sekolah, para orangtua mestinya tidak mengabaikan hak anak sebagai individu. Anak juga punya suara atas pendidikan yang akan dijalaninya di sekolah.

Dilengkapi dengan panduan observasi, panduan wawancara dan langkah-langkah memilih sekolah dalam bentuk tabel dan flow chart, buku yang tampil dengan kertas warna kuning dan biru ini sangat mudah dibaca dan dipahami. Mestinya buku ini dibaca oleh semua orang. Bukan hanya para orangtua.

Bravo mas Bukik dan tim!
_________
Judul buku: Panduan Memilih Sekolah untuk Anak Zaman Now
Penulis: Bukik Setiawan, Andrie Firdaus, Imelda Hutapea
Penerbit: Buah Hati (Jakarta, 2018)
Jumlah halaman: 150+xii

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>