Menjadi Orangtua

izal & reyTadi pagi saya berbincang bersama beberapa teman. Kami berlima, perempuan, dan terpisah jarak yang relatif jauh. Tema perbincangan kali ini adalah menjadi orangtua di zaman serba digital. Diskusi yang seru. Semua berkat teknologi.

Singkatnya begini. Beda zaman, beda cara. Teknologi berkembang secepat kilat, termasuk internet dan segala pernak-perniknya; menuntut orangtua yang juga mengikuti perkembangan ini. Dari semua itu, hal sangat penting adalah bagaimana menjaga komunikasi yang sehat antara orangtua dengan anak.

Dalam hal komunikasi interpersonal, termasuk dengan anak, akronim SPEAKING yang dikemukakan oleh linguis Dell Hymes masih relevan. SPEAKING ini adalah Setting and Scene, Participants, Ends, Act Sequence, Key, Instrumentalities, Norm dan Genre.

Setting and Scene. Setting merujuk pada temat dan waktu, sedangkan scene pada latar psikologis. Menyampaikan topik yang sama ketika bersama bertatap muka tentu berbeda dibanding ketika berinteraksi di media sosial.

Participants. Kita juga sebaiknya melihat anak sebagai individu yang unik dengan begitu banyak atribut dan ciri yang melekat pada dirinya seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan dan tipe kepribadian. Perlu pendekatan yang berbeda dalam menyampaikan sesuatu kepada anak laki-laki dan perempuan di usia yang sama, kepada anak dengan usia yang berbeda, dan kepada mereka yang terbuka dan sangat tertutup.

Ends. Ini berhubungan dengan tujuan kita melakukan komunikasi: menegur, menyuruh, meminta, memberitahu, atau memperingatkan. Jika tidak tepat caranya, bisa jadi pesan kita tidak akan tersampaikan.

Act sequence. Dalam sebuah peristiwa tutur, satu tahap berurutan terkait dengan lainnya. Sama halnya dengan kita, anak pun akan merasa nyaman jika kita mengajaknya bicara baik-baik dan mengakhirinya dengan baik-baik pula.

Key. Nada bicara kita membantu kita dalam menyampaikan pesan. Nada di sini tidak terkait dengan tinggi rendahnya suara kita, tapi lebih pada ‘nada’ serius, bersahabat, atau bercanda.

Instrumentalities. Ini mengacu pada bentuk dan gaya ujaran yang kita pakai. Kita bisa memilih kalimat dengan ragam santai atau yang lebih taat kaidah sesuai dengan tujuan berkomunikasi.

Norms. Siapa yang tak tahu? Norma berhubungan dengan aturan sosial yang berlaku di keseharian, termasuk bagaimana memberikan reaksi dan menyampaikan interupsi.

Genre. Jenis wacana yang kita pakai. Ada orangtua yang menegur anaknya melalui cerita, ada yang melakukannya melalui surat, dan ada yang lebih nyaman berkomunikasi melalui berbagai aplikasi yang tersedia.

Dengan begitu beragamnya cara dan lingkungan kita dibesarkan, tentu beragam pula cara kita mendidik anak. Tak ada satu cara terbaik yang berlaku di semua situasi. Faktor anak, faktor orangtua, cara kita dididik dan gaya kita mendidik dan faktor teknologi dan kemajuan zaman yang kini sudah sangat kompleks semuanya berperan sama penting dalam proses kita menjadi orangtua.

Cara paling efektif tentu menjadikan diri kita sebagai role model. Sosialisasi baik secara personal maupun profesional sesuai bidang masing-masing di dunia maya tak beda dari interaksi di dunia nyata. Semua ada aturan dan etikanya.

 

 

One Response to Menjadi Orangtua

  1. […] yang saya tulis sebelumnya, ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam komunikasi. Faktor yang tak kalah penting dibanding […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

error: Content is protected