Strategi Ikut Tes TOEFL©

Rasanya tak ada yang tak kenal tes bahasa Inggris berstandar internasional dengan merek yang dimiliki oleh ETS (Educational Testing Service) ini. Pelajar, mahasiswa sampai pegawai tahu dan kemungkinan pernah ikut tes ini. Walaupun TOEFL© tidak secara langsung mengukur kemampuan kita dalam berbahasa Inggris, tak ada salahnya tetap berusaha sebaik-baiknya. Untuk itu, ada strateginya.

Tes ini ada tiga macam. Yang pakai kertas (paper-based), komputer (computer-based) dan melalui internet (internet-based). Dalam tulisan ini, saya akan khususkan untuk tes dengan tipe pertama, yaitu dengan kertas. Tes yang paling sederhana dan sering dipakai terdiri dari tiga bagian: menyimak, tata bahasa dan ungkapan tertulis, dan membaca.

Secara umum, barangkali beberapa hal di bawah ini bisa membantu.
1. Kenali petunjuk di tiap seksi.
Instruksi dan bentuk tes di tiap bagian biasanya sama. Jadi, banyak latihan sebelum mengikuti tes sudah pasti akan memberikan keuntungan tersendiri.
2. Jangan berhenti terlalu lama di satu soal
Karena soalnya lumayan banyak, manajemen waktu perlu juga diperhitungkan.
3. Tingkat kesulitan soal meningkat secara bertahap.
Jadi, soal nomor kecil pasti jauh lebih mudah daripada soal nomor besar.
4. Pengetahuan mengenai bahasa Inggris tetap perlu
Pengetahuan di sini, maksudnya pengetahuan secara umum, misalnya, sinonim dan ungkapan; dan ungkapan negatif dengan maksud positif dan sebaliknya.
5. Jangan memberikan jawaban kosong
Nilai dihitung dari jawaban benar, jadi tidak ada ruginya menjawab semua soal walaupun kita tidak yakin itu benar.

Sekarang, kita lihat masing-masing seksi.

Pertama, Menyimak (Listening Comprehension). – 50 soal, 35 menit
1. Baca pilihan jawaban yang tersedia
Dari sini kita bisa tahu pertanyaannya seperti apa. Misalnya, kalau opsinya adalah nama tempat, berarti pertanyaannya mengenai tempat. Fokuslah ke kata-kata yang menyangkut tempat.
2. Jangan pilih kata yang terdengar mirip
Kata yang seperti ini biasanya justru salah.
3. Setelah menjawab, jika ada waktu sisa gunakan untuk membaca soal berikutnya, bukan memikirkan soal sebelumnya. Waktu yang diberikan untuk tiap soal adalah 12 detik.
4. Tes menyimak dalam tes yang menggunakan kertas terdiri dari tiga bagian: Short Dialogue (30 soal), Long Conversation (7-9 soal) dan Talks (11-13 soal).

Kedua, Structure and Written Expression. – 40 soal, 25 menit
1. Baca kalimat soal dengan seksama.
Pelajari bagian apa yang diperlukan untuk membuat kalimat itu menjadi baik dan benar. Misalnya, tempat yang kosong adalah subjek, cari kata benda atau frasa nomina karena keduanya berfungsi sebagai subjek.
2. Jangan memilih jawaban hanya dengan melihat pilihan jawaban saja
Pilihan jawaban secara tata bahasa tidak salah, oleh karena itu tidak bisa menjawab tanpa mencoba memasangnya di kalimat soal.

Ketiga, seksi Membaca (Reading Comprehension) – 50 soal, 55 menit.
1. Jangan khawatir jika topiknya bukan topik yang dekat dengan kita, karena semua jawaban ada di dalam bacaan. Tidak akan ada pertanyaan yang sama sekali tidak berhubungan dengan bacaan.
2. Bentuk soalnya macam-macam.
Untuk pertanyaan tentang kosakata dan referen, langsung cari kata tersebut dalam bacaan dan baca dengan seksama konteks di kanan-kirinya. Untuk pertanyaan detail, cari kata kuncinya, lalu baca konteksnya. Pertanyaan mengenai topik bacaan bisa dicari dengan melihat bagian awal atau akhir paragraf.

Ini secara umum. Setiap orang pasti punya strategi masing-masing. Strategi untuk tiap bentuk soal juga berbeda. Tapi, jangan khawatir, banyak buku dan media melajar lain yang bisa dimanfaatkan.

Selamat berjuang! 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here