Tag Archives: Maman S Mahayana

Membaca epilog

Selalu ada hal yang menyenangkan ketika “bersentuhan” dengan buku. Kali ini, saya mendapat kesempatan menghadiri acara peluncuran “Kumpulan Cerpen Kompas 2012” berkat seorang sahabat, Maman S. Mahayana. Sahabat saya yang dahsyat ini sedang berada di Korea ketika acara berlangsung hari Kamis, 27 Juni 2013 lalu, jadilah undangannya saya pakai.

Roland-Barthes-001

Matinya Sang Pengarang (Roland Barthes)

Tulisan ini saya alihbahasakan dari The Death of the Author (Routledge, 1977), dapat dibaca dalam buku Maman S. Mahayana Pengarang Tidak Mati (Nuansa, 2012).

Dalam tulisan Sarrasine Balzac, yang bertutur tentang seorang castrato yang diibaratkan sebagai wanita, tertulis: ‘Dia seorang wanita, dengan ketakutan, gagasan-gagasan yang tak masuk akal, kekhawatiran yang hanya berdasar insting, keberanian yang tanpa memperhitungkan konsekuensi, ketertarikan berlebihan akan hal-hal kecil, dan sensibilitas yang tinggi.’ Siapa yang mengatakan demikian? Apakah tokoh hero dalam cerita di balik bayang castrato yang tersembunyi di balik seorang wanita?

Pramoedya Ananta Toer: Faktualitas dan Fiksionalitas

Membaca buku ini seolah saya mengalami de ja vu. Peristiwa dan tata nilai yang disuguhkan dalam beberapa karya yang dikupas sungguh serupa dengan yang sedang terjadi di suatu negeri. Latar waktu dalam beberapa karya yang dikupas adalah masa lalu namun masih relevan hingga kini. Dengan memilih peristiwa sejarah atau tokoh sejarah, Pram dapat memperlihatkan persamaan antara masa kini dan masa lampau. Dan, melalui buku setebal 407 halaman yang terbagi menjadi 10 bab ini, tokoh Pamoedya menjadi semakin bulat dan utuh.

error: Content is protected