Jihad Terlarang

JT“Sebaik-baik teman sepanjang waktu adalah buku.” Begitu kalimat yang saya temukan di halaman pertama buku Jihad Terlarang karya Mataharitimoer (@mataharitimoer) ini. Couldn’t agree more. Saya sangat setuju. Termasuk untuk hari ini.

Membaca epilog

Selalu ada hal yang menyenangkan ketika “bersentuhan” dengan buku. Kali ini, saya mendapat kesempatan menghadiri acara peluncuran “Kumpulan Cerpen Kompas 2012” berkat seorang sahabat, Maman S. Mahayana. Sahabat saya yang dahsyat ini sedang berada di Korea ketika acara berlangsung hari Kamis, 27 Juni 2013 lalu, jadilah undangannya saya pakai.

Buku Anak dan Muatan Budaya

John Stephens, dalam bukunya Language and Ideology in Children’s Fiction, mengatakan bahwa anak-anak belajar mengenai masyarakatnya dari cerita yang dibacanya. Tentu ini juga berlaku untuk pembelajaran muatan budaya di dalam buku-buku mereka dan penanaman pemahaman mengenai perbedaan.

Berbagi Ruang

berbagi ruangAkhirnya! Hari ini, 16 Oktober 2017, monograf pertama saya lahir. Berjudul Berbagi Ruang karena itulah tema yang membungkus tulisan-tulisan di dalamnya, yang embrionya berasal dari blog ini. Terima kasih untuk mereka yang memungkinkan tulisan-tulisan itu dibaca lebih banyak orang.

The Zahir: Obsesi dan Eksistensi

zahir
Saya suka membaca. Sangat. Dan berkat keikutsertaan dalam @kelasanggit Narasoma, kelas menulis fiksi yang dipandu oleh Khrisna Pabichara, saya akhirnya membaca karya Paulo Coelho. Sebuah nama yang saya kenal sejak lama tapi tak pernah tertarik membaca karyanya.