Malam Puisi

IMG-20140409-WA0000(1)[1]Minggu lalu saya dihadapkan pada sebuah pilihan: menemani anak yang sakit atau menghadiri acara baca puisi rutin yang diadakan komunitas Malam Puisi Bogor. Saya memilih yang pertama. Alasannya jelas, saya masih bisa menikmati Malam Puisi Bogor di lain waktu, tapi bersama anak ketika dia membutuhkan adalah sesuatu yang luar biasa.

Nyoblos karena Sepakat

image
Besok pagi, Rabu, tanggal 9 April 2014, adalah hari penting bagi bangsa Indonesia. Bangsa ini akan memilih wakilnya yang kelak akan duduk dalam jajaran dewan perwakilan rakyat. Seperti halnya peristiwa serupa di negara lain, di sini pun keadaan makin ramai dan semarak beberapa minggu terakhir. Bukan hanya semarak di dunia nyata, namun juga di beberapa kanal media sosial dan media berita daring. Dan, karena pemilihan dilakukan dengan cara menusuk kertas suara, kita menyebutnya “nyoblos”, berasal dari kata coblos yang artinya menusuk hingga tembus ke bagian sebaliknya.

Berbagi untuk Perubahan

stiker akberKegiatan Local Leaders’ Day II sudah berlalu. Tapi, eforia masih sangat terasa dan tagar #LLD2014 masih ramai di beberapa media sosial. Relawan dari berbagai kota menuliskan pengalamannya mengikuti acara ini di blog masing-masing. Ajang kumpul dan koordinasi relawan Akademi Berbagi dari seluruh Indonesia ini memang keren, kali ini melibatkan 200 relawan dari 38 kota setelah dua tahun lalu diadakan di Bogor dengan 100 relawan dari 15 kota. Dalam LLD II kali ini saya mewakili Akber Bogor.

sukarno

Film Soekarno: tentang kepaduan sebuah wacana

Beberapa hari lalu saya menonton film Soekarno: Indonesia Merdeka. Ada beberapa alasan. Yang pertama, saya suka Soekarno. Kedua, saya suka Ayu Laksmi, seorang penyanyi dari generasi saya yang berperan sebagai ibunda Soekarno. Sebagai hiburan yang sekaligus menyajikan sebagian fakta sejarah, film ini menyisakan beberapa catatan, setidaknya bagi saya pribadi.