Afasia dan Akasia

emakSebagai perantau, baru kali ini saya merasakan betapa tidak mudahnya mendapatkan tiket mendadak di saat puncak mudik seperti sekarang. Itu terjadi hari Jumat lalu, yang berakhir dengan satu tiket bis di tangan. Itu pun untuk kursi di sebelah supir. Saya tiba di rumah setelah menempuh perjalanan selama 29 jam. Duduk di sebelah supir juga membuat saya terjaga selama itu. Semua saya lakukan demi ibunda, yang hari Jumat siang terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Mengunjungi Kenangan

Seperti yang saya tulis di post sebelumnya, saya sangat menyukai bagaimana ingatan akan kenangan dan suasananya membuat saya merasa hidup. Kali ini sajak kiriman seorang teman setelah berpisah 26 tahun ini mengajak saya mengunjungi kenangan-kenangan itu. Indah. Terima kasih, Sapto!

Jalan Lain ke Tulehu: Antara Buku dan Bola

Tulehu Akhir pekan yang sangat membahagiakan. Diawali dengan tegur sapa hangat dari sahabat kemarin pagi, temu kangen dengan beberapa sahabat yang datang dari Arizona pada siang hari, dilanjutkan dengan bincang buku pada sore harinya, lalu ditutup dengan kembali berbincang dengan sahabat lain pada malam hari. Lalu, dini hari tadi kesebelasan Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014 setelah mengalahkan Argentina 1-0 berkat satu-satunya gol di menit 113 di stadion Maracana. Lengkaplah.

Critical Literacy

Seharusnya hari ini adalah hari yang menenangkan karena sudah memasuki masa tenang menjelang pemilihan presiden hari Rabu, 9 Juli. Namun ternyata ketenangan jauh dari yang diharapkan. Banyak orang, termasuk saya, menjadi makin resah. Berita yang kami dengar dan baca makin membuat suasana tak nyaman. Semua itu berkat kemajuan teknologi, yang tentu di dalamnya mencakupi juga penggunaan media sosial. Kemajuan yang tidak berbanding lurus dengan kemajuan sikap pengguna.