Saya suka membaca. Sangat. Dan berkat keikutsertaan dalam @kelasanggit Narasoma, kelas menulis fiksi yang dipandu oleh Khrisna Pabichara, saya akhirnya membaca karya Paulo Coelho. Saya mengenal nama ini sejak lama tapi tak pernah tertarik membaca karyanya. Sekarang, saya ‘terpaksa’ membaca The Zahir. Baiklah.
Judul tulisan ini adalah jawaban yang saya pilih ketika minggu lalu kami berkunjung ke rumah seorang sahabat, Idang Rasjidi, dan seperti biasa selalu ada diskusi hangat. Pilihan ada dua: mewarnai globalisasi atau diwarnai globalisasi. Dan, saya beserta beberapa teman memilih yang pertama. Itu artinya mengikuti arus tanpa harus kehilangan jati diri. Kurang lebih begitu. Bincang [...]
Terus terang, ketika selesai membaca novel ini ada yang tak terpuaskan dalam diri saya. Pemilihan diksi dalam Surat Dahlan tidak seperti karya Khrisna yang lain: Mengawini Ibu (Kayla Pustaka, 2010) dan Gadis Pakarena (Dolphin, 2012) yang lebih sarat dengan diksi memikat. Namun, dengan genre yang berbeda bukan berarti karya ini tidak enak dibaca.
Seperti biasa, setiap hari Minggu pagi saya sempatkan membaca Kompas. Dan berkat media ini, saya menemukan makna baru dari kata kepincut. Kata ini sudah saya kenal sejak kecil namun baru kali ini memiliki makna berbeda dari sebelumnya. Barangkali ini yang dinamakan pergeseran makna. Entahlah.
Dalam pengajaran bahasa, baik bahasa pertama maupun bahasa asing, telah terjadi pergeseran paradigm. Kini, pengajaran bahasa lebih fokus pada makna dan pemakaian bahasa, bukan pada repetisi tata bahasa secara mekanistis. Salah satu yang sangat mungkin dilakukan adalah dengan menggunakan materi otentik.
Recent Posts
- The Zahir: obsesi dan eksistensi
- Mewarnai globalisasi
- Surat Dahlan: Totalitas Tautan antara Latar dan Bahasa
- Kepincut ala Kompas
- Novel sebagai materi otentik
- Belajar blending dari stand-up comedy
- Kado ulang tahun dari Prof. Sjafri
- Matinya Sang Pengarang (Roland Barthes)
- Tahun 2013: Bahasa Inggris dihapus
- Mengenal TOEFL®
- Ke Italia
- Sri Sumarah: representasi wanita Jawa ala Umar Kayam
- Hari blogger nasional
- Korupsi Sopir
- Bebek Dubes
- Blog and blend
- Mari belajar lingua franca
- Mudik dan fenomena bahasa daerah
- Merdeka sejenak
- Kopi Liong Bulan dan coinage
- Kasur empuk bernama gender
- Pinang
- Perdana di Bogor: Membincang BLOOK
- Lenggang Puspita Hotel des Indies (2)
- Putri Kamboja Kuning
Categories

